Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pengalaman pembangunan Kabupaten Nagan Raya menjadi pembelajaran tentang kepemimpinan lokal yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan daerah, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Hal ini mengemuka dalam Seminar dan Diskusi Buku Langkah dan Jejak Pembangunan Nagan Raya: Meneladani Kepemimpinan Lokal untuk Pembangunan Berkelanjutan yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh di Aula Biro Rektor, Kamis (6/11/2025).
Dalam diskusi tersebut, Dr. Nashriyah menekankan bahwa rekam jejak kepemimpinan perlu mencakup upaya memastikan pembangunan memberi manfaat bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
“Rekam jejak kepemimpinan juga perlu melihat bagaimana pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pemenuhan hak kelompok disabilitas dilakukan,” ujar Dr. Nashriyah.
Pandangan tersebut memperluas pembahasan mengenai keberhasilan pembangunan daerah, yang tidak hanya diukur dari capaian fisik dan kebijakan, tetapi juga dari perhatian terhadap kelompok yang berisiko tertinggal. Perspektif ini penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Buku yang mengangkat perjalanan pembangunan Nagan Raya di bawah kepemimpinan mantan bupati Drs. H.T. Zulkarnaini, yang dikenal sebagai Ampon Bang, menjadi bahan pembahasan untuk melihat peran kepemimpinan lokal dalam pembangunan daerah.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, menyampaikan bahwa dokumentasi perjalanan seorang tokoh melalui karya autobiografi dapat menjadi referensi ilmiah dan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Nagan Raya Raja Sayang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi. Ia juga mengapresiasi Ampon Bang sebagai sosok pemimpin visioner yang berperan dalam pembangunan Nagan Raya.
Seminar yang diinisiasi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry tersebut menghadirkan Ampon Bang sebagai pembicara utama. Diskusi panel turut menghadirkan Prof. Dr. Jamaluddin dari Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, Dr. Nashriyah, dan Reza Idria.
Perhatian terhadap pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya mengurangi kesenjangan.
Source: warta.ar-raniry.ac.id