Banda Aceh (Ar-Raniry) — Lana Izzah El Darayni, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester III UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mendampingi mahasiswa Tuli sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Rabu (26/8/2026). Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu mahasiswa Tuli memperoleh informasi dan mengikuti kegiatan akademik di lingkungan kampus melalui bahasa isyarat.
Sebelumnya, Lana mengaku telah mengenal bahasa isyarat dasar. Pada bulan November 2025 Lana bertemu Sulthan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang juga merupakan penyandang Tuli. Melalui Sulthan, Lana diperkenalkan dengan mahasiswa Tuli lainnya dan mulai mempelajari bahasa isyarat yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Sejak itu, Lana semakin sering berinteraksi dengan komunitas Tuli. Meski Sulthan kini tidak lagi melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Raniry karena mengalami kesulitan memahami pembelajaran, perkenalan tersebut menjadi awal bagi Lana untuk mengenal dan berkomunikasi dengan mahasiswa Tuli lainnya.
“Berkat Sulthan, Lana bertemu dengan teman-teman yang lain yang mengajarkan Lana bahasa isyarat,” ujarnya.
Menurut Lana, kemampuan menjadi JBI tidak semata-mata ditentukan oleh satu pihak. Pengakuan tersebut, kata dia, juga diberikan oleh komunitas Tuli yang berinteraksi langsung dengannya.
“Ketika komunitas Tuli sudah yakin bahwa Lana mampu menjadi JBI, barulah pihak PSGA, Ibu Nashriyah, mengetahuinya. Setelah itu, Lana dikenalkan dan diajak untuk mendampingi teman-teman Tuli dalam berbagai kegiatan,” jelas Lana.
Selain mendampingi mahasiswa Tuli, Lana turut membantu menghadirkan pengajar dalam kegiatan belajar bahasa isyarat yang rutin dilaksanakan setiap Jumat. Kegiatan tersebut terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin mempelajari bahasa isyarat.
Menurutnya, keberadaan JBI diperlukan karena mahasiswa Tuli memiliki kebutuhan komunikasi dan pengalaman pendidikan yang berbeda. Ia menyebutkan, saat ini terdapat lima JBI, termasuk dirinya, yang berada di Banda Aceh.
“Teman-teman ini banyak ketinggalan informasi, ketinggalan pendidikan, sumber pendidikan yang lain-lain. Bahkan sebenarnya, teman-teman ini di SLB itu enggak terlalu pas sistem pendidikannya untuk mereka,” kata Lana. [ ]
Source: warta.ar-raniry.ac.id