Skip to main content
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry supports the Sustainable Development Goals UIN main site Contact
UIN Ar-Raniry logo SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 5

PSGA UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Publik tentang Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan

Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menekankan pentingnya perlindungan perempuan dan anak serta pemenuhan hak korban kekerasan dalam diskusi publik ber...

Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menekankan pentingnya perlindungan perempuan dan anak serta pemenuhan hak korban kekerasan dalam diskusi publik bertajuk “Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan” di Ruang Theater Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (9/12/2024).

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry, Amrullah, mengatakan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, dan generasi muda. Ia menyampaikan hal itu saat membuka diskusi mewakili Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman.

“Kita perlu membangun kesadaran bersama agar perempuan dan anak mendapatkan perlindungan serta hak-haknya dapat terpenuhi. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, serta generasi muda,” ujar Amrullah.

Kepala PSGA UIN Ar-Raniry, Nashriyah, menyebut diskusi tersebut sebagai bagian dari agenda tahunan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP), yang berlangsung pada 25 November hingga 10 Desember. Kampanye ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan kekerasan dan pemenuhan hak korban.

Diskusi yang dipandu Nanda Herlita itu menghadirkan empat narasumber, yakni dr. Dian Safira dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Siti Hajar Sri Hidayati dari UIN Ar-Raniry, Bayu Satria dari YouthID, dan Rukiyah Hanum dari Balai Syura. Peserta terdiri atas mahasiswa, dosen, komunitas non-Muslim, dan organisasi penyandang disabilitas.

Staf Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), Desy Setiawaty, menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Keterlibatan anak muda sangat penting untuk membangun lingkungan yang lebih aman, setara, dan bebas dari kekerasan,” tutur Desy.

Diskusi ini merupakan kolaborasi PSGA UIN Ar-Raniry, YKPI, Balai Syura, dan YouthID. Pembahasan mengenai perlindungan perempuan dan pencegahan kekerasan tersebut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu Kesetaraan Gender.

Source: warta.ar-raniry.ac.id