Lewati ke konten utama
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry mendukung Sustainable Development Goals Situs utama UIN Kontak
Logo UIN Ar-Raniry SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 13

Rektor UIN Ar-Raniry Hadiri Launching Penanaman Satu Juta Pohon Matoa di UIII

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, menghadiri peluncuran Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa dalam rangka Hari Bumi ke-55 di Kampus Universitas Isla...

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, menghadiri peluncuran Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa dalam rangka Hari Bumi ke-55 di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Selasa, 22 April 2025.

Acara tersebut dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia (PPIII) dan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA. Turut hadir juga sejumlah Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar,  Sekjend Kemenag, para Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama serta para Pejabat Eselon II Kementerian Agama beserta para rektor PTKIN se Indonesia.

Bagi Mujiburrahman, gerakan ini lebih dari seremoni penanaman. Ia menyebutnya sebagai langkah strategis perguruan tinggi Islam dalam merespons isu perubahan iklim.

“Menanam pohon adalah menanam masa depan. Ini bukan sekadar simbolik, tapi langkah konkret dalam menjaga bumi,” kata Mujiburrahman.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran pesantren berwawasan ekologis seperti PPIII menjadi jembatan antara pendidikan Islam, pelestarian alam, dan diplomasi global.

Pohon matoa, tanaman endemik Papua, dipilih bukan tanpa alasan. Ia tangguh, bernilai budaya, dan mampu hidup di berbagai kondisi tropis.

“Melalui pohon ini, kita ingin mengangkat nilai kearifan lokal yang harmonis dengan alam,” ujar Mujiburrahman.

Ia menyebut, partisipasi UIN Ar-Raniry dalam gerakan ini bukan semata kepedulian lingkungan, tetapi juga wujud tanggung jawab spiritual.

“Kesadaran ekologis ini berpijak pada nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Gerakan nasional ini merupakan bagian dari Program Ekoteologi, salah satu dari Asta Program Prioritas Kementerian Agama 2025–2029. Program ini dituangkan dalam Surat Edaran Sekjen Kemenag Nomor 182 Tahun 2025 dan dilaksanakan serentak di seluruh unit kerja Kemenag, dari rumah ibadah hingga kampus.

Di Banda Aceh, UIN Ar-Raniry menanam 500 pohon matoa di halaman Gedung LP2M pada hari yang sama. Aksi ini diawali dengan Workshop Ekoteologi dan peluncuran program penanaman 1.000 pohon di Aula Teater Museum Prof. Safwan Idris.

Kegiatan itu melibatkan jajaran pimpinan kampus, para dekan, direktur pascasarjana, dan sejumlah mitra eksternal seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, BPMA, PT Mubadala Energy, serta Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). [*]

Sumber: warta.ar-raniry.ac.id