Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengunjungi salah satu daycare di Kota Banda Aceh menyusul mencuatnya dugaan kekerasan dan penelantaran anak sejak April 2026, Jumat (1/5/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian PSGA terhadap keselamatan dan pemenuhan hak anak, terutama di lingkungan pendidikan dan pengasuhan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak.
Koordinator PSGA UIN Ar-Raniry, Dr. Nashriyah, mengatakan bahwa anak-anak di lingkungan pendidikan dan pengasuhan merupakan amanah yang harus dijaga. Menurutnya, anak membutuhkan pendampingan yang baik dari orang dewasa, terutama guru dan pengasuh.
“Anak-anak yang berada di lingkungan pendidikan dan pengasuhan merupakan amanah yang harus dijaga. Mereka membutuhkan pendampingan, bukan kekerasan, ketika melakukan kesalahan atau mengalami kesulitan dalam belajar,” tegas Nashriyah.
Ia juga mengimbau para pendidik dan pengasuh untuk mengedepankan pendekatan yang ramah anak. Kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, tidak seharusnya digunakan sebagai cara untuk mendisiplinkan anak.
Selain itu, PSGA UIN Ar-Raniry menilai pengawasan dan peningkatan kapasitas tenaga pengasuh perlu diperkuat untuk memastikan lingkungan pendidikan dan pengasuhan tetap aman bagi anak. Upaya ini penting agar setiap anak memperoleh perlindungan serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya.
PSGA UIN Ar-Raniry juga mendorong evaluasi bersama terhadap lingkungan pendidikan dan pengasuhan guna mencegah terjadinya kekerasan dan penelantaran anak. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, yang turut mendorong perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan.
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id