PSGA UIN Ar-Raniry Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Pencegahan Ekstremisme
Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dan anak dalam pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme (RAD PE) di Aceh. Hal tersebut disampaikan dalam workshop evaluasi dan strategi keberlanjutan RAD PE yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Aceh bersama Balai Syura di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu (23/11/2024).
PSGA menilai perspektif gender perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan ekstremisme agar kebijakan yang diterapkan turut memperhatikan kebutuhan dan kerentanan perempuan serta anak. Pendekatan ini penting untuk memastikan upaya pencegahan tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada perlindungan kelompok rentan.
Koordinator PSGA UIN Ar-Raniry, Dr. Nashriyah, berharap evaluasi RAD PE dapat menghasilkan strategi yang lebih terarah dan memperkuat pelaksanaan pencegahan ekstremisme di Aceh.
“Harapannya, melalui workshop ini, implementasi RAD PE di Aceh dapat semakin terarah dan memberikan dampak yang lebih signifikan,” ujar Nashriyah.
Evaluasi pelaksanaan RAD PE juga menjadi bagian dari pembahasan untuk mengidentifikasi kendala dan menentukan strategi keberlanjutan program. Pelibatan berbagai pihak dinilai penting agar upaya pencegahan ekstremisme dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Perlindungan kelompok rentan dan penguatan upaya pencegahan ekstremisme tersebut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, yang mendorong terciptanya masyarakat damai, inklusif, dan berkeadilan.
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id