Banda Aceh (Ar-Raniry) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terus mempercepat transformasi melalui pengembangan program studi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi akademik, hingga perluasan kerja sama internasional.
Dekan FDK UIN Ar-Raniry, Prof. Kusmawati Hatta, mengatakan fakultas dakwah tertua di Indonesia itu kini telah berkembang dari dua menjadi enam program studi. Menurutnya, program studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) sebagai program studi terbaru berhasil menarik minat calon mahasiswa dalam jumlah besar, bahkan mampu bersaing dengan program studi favorit lainnya di UIN Ar-Raniry.
“Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) yang merupakan prodi terbaru mampu menarik minat calon mahasiswa dalam jumlah besar , bahkan mengalahkan prodi-prodi favorit lainnya di UIN,” ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Ia menambahkan, FDK juga berkomitmen meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dan dosen. Meski di tengah keterbatasan anggaran, fakultas tetap mengalokasikan dana perjalanan dinas pimpinan untuk mendukung studi komparatif tenaga kependidikan ke luar daerah.
“Karena perjalanan tendik dan dosen ke luar sangat penting untuk memberikan pencerahan sekaligus meningkatkan kinerja. Sebelum adanya efisiensi anggaran, dana perjalanan dinas pimpinan juga dialokasikan untuk mendukung perjalanan tenaga kependidikan dan dosen ke luar daerah,” ujarnya.
Selain itu, dosen juga didorong mengikuti berbagai kegiatan akademik di luar Aceh agar memperoleh pengalaman dan referensi dari perguruan tinggi lain.
Di bidang akademik, FDK memiliki sejumlah pusat studi, diantaranya Pusat Studi Saudara Baru dan Pusat Studi Manajemen Haji dan Umrah. Kedua pusat studi tersebut mendapat mandat dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang kini dilanjutkan oleh Kementerian Haji, untuk menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah.
Program tersebut telah memasuki angkatan kelima, terdiri atas empat angkatan saat masih berada di bawah Kementerian Agama dan satu angkatan di bawah Kementerian Haji. Pelatihan terbuka bagi masyarakat umum dengan proses seleksi dan pembelajaran yang ketat sehingga menghasilkan pembimbing ibadah haji dan umrah yang kompeten dan tersertifikasi.
FDK juga terus memperkuat kualitas dosen. Pada periode kepemimpinan Rektor Prof Mujiburrahman, fakultas mencatat penambahan sekitar 10 dosen bergelar doktor dan menargetkan lahirnya profesor baru untuk melengkapi tiga guru besar yang telah dimiliki.
Di sisi lain, inovasi pembelajaran turut mendorong meningkatnya jumlah mahasiswa yang lulus tanpa skripsi melalui publikasi artikel ilmiah. Menurut Kusmawati, lulusan melalui skema tersebut kini mencapai sekitar 10 persen dari total wisudawan dan jumlahnya terus meningkat.
“FDK juga memiliki enam jurnal ilmiah yang telah terakreditasi SINTA 3 dan SINTA 4,” ujarnya.
Konsisten Laksanakan PKM Internasional
Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FDK UIN Ar-Raniry, Dr. Sabirin, mengatakan fakultas secara konsisten melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional sejak 2023.
“Kegiatan ini konsisten kita lakukan sejak tahun 2023 hingga 2026,” ujarnya.
PKM Internasional tersebut dilaksanakan di Malaysia dan Thailand melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah (UNIPSAS), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), dan Universiti Sains Malaysia (USM).
Kolaborasi tersebut mencakup pengabdian kepada masyarakat, pertukaran karya tulis ilmiah, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), serta berbagai kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring global FDK UIN Ar-Raniry. [ ]
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id