Lewati ke konten utama
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry mendukung Sustainable Development Goals Situs utama UIN Kontak
Logo UIN Ar-Raniry SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 17

Dua Delegasi UIN Ar-Raniry Ikuti KRISAN Fellowship 2026 di Tokyo

Tokyo (Ar-Raniry) – Delegasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terpilih menjadi peserta KRISAN Fellowship tahun 2026 yang diselenggarakan di kota Tokyo, Jepang. Kegiatan tahunan ini...

Tokyo (Ar-Raniry) – Delegasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terpilih menjadi peserta KRISAN Fellowship tahun 2026 yang diselenggarakan di kota Tokyo, Jepang. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan pada 22 hingga 30 Agustus 2026. Dikutip dari media sosial Pijar Foundation, KRISAN Fellowship adalah program penguatan kapasitas kelembagaan untuk membantu perguruan tinggi di Indonesia membentuk dan memperkuat Unit Layanan Disabilitas (ULD). Melalui program ini, perguruan tinggi terpilih akan mendapatkan pembelajaran, pelatihan, mentoring, serta kesempatan kunjungan pembelajaran ke Jepang bagi kampus dengan proposal terbaik.

Tahun 2026 ini UIN Ar-Raniry mengirimkan dua delegasi mewakili kampus, sekaligus juga mewakili Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Kedua delegasi tersebut adalah Nashriyah, Koordinator Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), dan Harri Santoso, Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD).

Nashriyah dan Harri Santoso terpilih menjadi peserta KRISAN Fellowship setelah melalui proses seleksi lebih dari 100 perguruan tinggi di Indonesia. Nashriyah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang diadakan Pijar Foundation sebelumnya.

“Program KRISAN Fellowship 2026 ini dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian pada penyandang disabilitas. Alhamdulillah kami dipilih sebagai delegasi setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh Pijar Foundation,” Ujarnya.

Menurut Harri, “Kegiatan ini merupakan kontribusi dunia pendidikan untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif, bagi seluruh mahasiswa di perguruan tinggi.”

Di kesempatan yang lain, Harri sebagai ketua ULD menambahkan bahwa kegiatan KRISAN ini akan melahirkan pemimpin perguruan tinggi yang memiliki wawasan baru dan bisa membawa kampus menjadi ruang yang ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. [ ]

Sumber: warta.ar-raniry.ac.id