Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pembelajaran Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) menjadi salah satu upaya untuk mengurangi hambatan komunikasi bagi penyandang disabilitas di lingkungan kampus. Melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), UIN Ar-Raniry Banda Aceh membuka ruang pembelajaran Bisindo bagi mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan Coffee Morning Bersama Sahabat Disabilitas bertajuk “Ngopi Sambil Belajar” di Warkop Cafetaria lingkungan kampus, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Natural Aceh dan dua pengajar bahasa isyarat yang memfasilitasi peserta untuk mengenal Bisindo secara langsung. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya teman Tuli.
Ketua PSGA UIN Ar-Raniry, Nashriyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antarmahasiswa disabilitas sekaligus membuka akses komunikasi yang lebih setara di lingkungan akademik.
“Upaya ini sejalan dengan komitmen UIN Ar-Raniry dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam menyediakan pendidikan berkualitas dan mengurangi kesenjangan antarkelompok, baik bagi disabilitas maupun non-disabilitas. Ruang belajar yang inklusif memberi kesempatan bagi setiap individu untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membantu mengurangi hambatan komunikasi di lingkungan kampus,” ujar Nashriyah.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, juga menegaskan komitmen kampus untuk menyediakan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh sivitas akademika. “UIN Ar-Raniry terus berupaya menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif, sehingga setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi di lingkungan kampus,” tegas Prof. Mujiburrahman.
Pengenalan Bisindo melalui kegiatan ini sejalan dengan SDG tentang Mengurangi Kesenjangan, khususnya dalam mendorong inklusi sosial dan memperluas kesempatan penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan akademik.
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id