Banda Aceh (Ar-Raniry) – Empat mahasiswa baru disabilitas dari kelompok Tuli mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (26/8/2026).
Keempat mahasiswa tersebut adalah Teuku Sultan Syahredhy, Risky Ferdyansyah, Rifki Julian, dan Fathan Muyassar, mereka semua merupakan lulusan Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB-B YPAC) Banda Aceh.
Mereka memilih melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Raniry setelah memperoleh informasi mengenai program studi yang tersedia, dan UIN Ar-Raniry juga menerima mahasiswa Tuli. Atas saran Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UIN Ar-Raniry, Harri Santoso, mereka memilih Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI).
Salah satu mahasiswa, Fathan, menjelaskan bahwa mahasiswa Tuli tersebut sempat mengalami kendala ketika mengikuti tes penempatan kelas, karena awalnya ditempatkan dalam kelompok yang berbeda.
“Awalnya saya merasa bingung dan khawatir tidak bisa ikut kegiatan PBAK. Tapi waktu saya dapat informasi lewat grup WhatsApp dan bertemu dengan teman-teman lainnya, saya lebih nyaman dan bisa mengikuti kegiatan dengan baik,” isyarat Fathan yang diterjemahkan oleh Lana, salah satu Juru Bahasa Isyarat (JBI).
Keempat mahasiswa Tuli ini yang berasal dari berbagai daerah, diantaranya Banda Aceh dan Takengon, menyampaikan harapannya melalui Lana agar dosen dapat memahami kebutuhan mereka selama proses pembelajaran.
Lana menjelaskan, kendala komunikasi juga terjadi ketika mahasiswa mengikuti tes penempatan kelas. Mereka kesulitan berkomunikasi ketika tidak menggunakan telepon seluler atau tidak mendapatkan bantuan penerjemah.
“Hal itu bikin mereka agak susah buat komunikasi. Setelah dibantu sama panitia, mereka minta supaya bisa satu kelompok lagi biar lebih gampang buat komunikasi,” ujarnya.
Memasuki jadwal perkuliahan, para mahasiswa Tuli menyampaikan harapan agar dosen dapat lebih memahami kebutuhan mereka selama proses pembelajaran, ujar Lana menerjemahkan isyarat Rifki. Lana juga menambahkan agar dosen dapat menyampaikan materi dengan tempo yang lebih pelan serta menuliskan informasi penting selama perkuliahan.
Selain itu, mereka juga berharap adanya fasilitas JBI didalam kelas untuk mendukung proses komunikasi dan pembelajaran, ungkap Lana. [ ]
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id