Skip to main content
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry supports the Sustainable Development Goals UIN main site Contact
UIN Ar-Raniry logo SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 4 SDG 17

Pertemuan Forum Senat PTKI se-Aceh Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan Pertemuan dan Focus Group Discussion (FGD) Forum Senat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Aceh dengan te...

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan Pertemuan dan Focus Group Discussion (FGD) Forum Senat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Aceh dengan tema “Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Aceh”, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, menekankan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan kebijakan pendidikan tinggi yang terus berubah.

"Forum seperti ini penting untuk menyamakan pandangan, memperkuat koordinasi, dan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan perguruan tinggi di Aceh," ujarnya.

Forum ini juga dinilai dapat berperan dalam memperkuat koordinasi antarlembaga, sebagaimana pengalaman Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri di Aceh yang selama ini turut membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Ketua Forum Senat PTKI se-Aceh, Prof. Nazaruddin A. Wahid, MA, mengatakan forum tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar senat PTKI di Aceh.

"Forum ini dibangun untuk mempererat silaturahmi antarkampus di Aceh, membangun kerja sama, bukan persaingan, serta bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi," katanya.

Forum yang mulai digagas sejak 2023 itu bertujuan memperkuat komunikasi antarperguruan tinggi serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan pendidikan tinggi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 peserta dari 16 PTKI di Aceh yang terdiri atas unsur pimpinan senat, koordinator forum, serta perwakilan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan swasta.

Dalam sesi diskusi, peserta membahas berbagai isu strategis terkait transformasi regulasi dan tata kelola kelembagaan PTKI. Salah satu pembahasan utama adalah penyusunan draf standardisasi statuta PTKIS yang diharapkan mampu memperjelas pembagian kewenangan antara yayasan sebagai badan penyelenggara dan senat sebagai otoritas akademik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih kebijakan sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan.

Forum juga menekankan pentingnya penguatan posisi kelembagaan senat melalui hubungan kemitraan yang seimbang dengan yayasan. Dalam skema tersebut, yayasan berperan pada aspek pengelolaan investasi, infrastruktur, dan keuangan, sedangkan senat memiliki kewenangan dalam pengendalian mutu, penyusunan kebijakan akademik, serta pemberian pertimbangan akademik. Selain itu, penguatan kapasitas kelembagaan melalui pembinaan dan restrukturisasi kepengurusan senat di lingkungan PTKIS turut menjadi perhatian peserta.

Di bidang akademik, forum mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah secara kolaboratif antar-PTKI dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, mendukung akreditasi jurnal, serta memperkuat rekam jejak akademik dosen. Peserta juga merekomendasikan adanya sistem pendampingan yang lebih terstruktur bagi dosen dalam pengurusan jabatan fungsional, khususnya percepatan kenaikan jenjang dari Lektor menuju Lektor Kepala hingga Guru Besar sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PTKI.

Source: warta.ar-raniry.ac.id