Skip to main content
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry supports the Sustainable Development Goals UIN main site Contact
UIN Ar-Raniry logo SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 15

Kolaborasi Mongabay, Prodi Biologi UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi dan Launching Buku “Kisah Gajah Sumatera"

Banda Aceh (Ar-Raniry) - Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh kolaborasi dengan Mongabay Indonesia menggelar diskusi publik bertema “Gajah Sumatera...

Banda Aceh (Ar-Raniry) - Program Studi (Prodi) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh kolaborasi dengan Mongabay Indonesia menggelar diskusi publik bertema “Gajah Sumatera: Harapan di Tengah Krisis” sekaligus meluncurkan buku “Kisah Gajah Sumatera” karya jurnalis Mongabay, di Aula FST UIN Ar-Raniry, Rabu (27/08/2025).

Acara ini dihadiri 70 peserta dari berbagai lembaga serta narasumber Munawar (BKSDA Aceh), Iskandar Norman (pemerhati sejarah dan budaya), Junaidi Hanafiah (jurnalis Mongabay), serta Dr. Muslich Hidayat, M.Si (Ketua Prodi Biologi). Diskusi dipandu oleh Jamaluddinsyah, dosen Prodi Biologi.

Wakil Dekan I FST, Prof. Habiburrahim, saat membuka kegiatan ini mengatakan acara serupa penting untuk meningkatkan kapasitas diri, terutama bagi mahasiswa.

"Perlunya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Mongabay Indonesia dan instansi lainnya. Kerja sama antarlembaga menjadi tolak ukur eksistensi suatu lembaga dan memengaruhi akreditasi," kata Prof. Habiburrahim.

Dalam diskusi, Munawar (BKSDA Aceh) memaparkan tentang kondisi dan krisis habitat Gajah Sumatera, kebijakan pemerintah, studi sasus, dan upaya pemerintah dalam penanganan konflik gajah dan manusia.

Sementara Iskandar Norman (Pemerhati Sejarah) memaparkan tentang kisah gajah di masa lalu (Kesultanan Aceh). Menurutnya, gajah berdekatan dan bersahabat dengan manusia dan menjadi simbol kerajaan, simbol militer, dan digunakan dalam upacara adat.

"Namun, gajah di masa sekarang dianggap hama oleh sebagian orang," ujar Iskandar Norman.

Lebih jauh Iskandar katakan, nama gajah dalam Sejarah Aceh disebutkan, Pomeurah, Tuwan Meurah, Sranggong, Pobeuransah, Teuku Rayeuk, Tanoh Manyang, hingga Popeudah. Salah satu nama gajah yang terkenal diceritakan adalah Gajah Putih Biramsattani yang menjadi tunggangan Sultan Iskandar Muda (Kerajaan Aceh).

Jurnalis Mongabay, Junaidi Hanafiah, membagikan pengalaman liputannya tentang gajah Sumatera yang kemudian dibukukan dalam “Kisah Gajah Sumatera.” Adapun Ketua Prodi Biologi, Muslich Hidayat, menekankan pentingnya pendekatan ekoteologi dalam konservasi, yaitu menjaga keseimbangan hubungan manusia, alam, dan Tuhan.

Pada sesi peluncuran buku, Junaidi menyerahkan satu eksemplar kepada Prodi Biologi dan membagikan tiga buku kepada peserta diskusi.

Buku Kisah Gajah Sumatera karya Jurnalistik Mongabay Indonesia dapat di download di https://mongabay.co.id/buku-kisah-gajah-sumatera/

Source: warta.ar-raniry.ac.id