Skip to main content
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry supports the Sustainable Development Goals UIN main site Contact
UIN Ar-Raniry logo SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 16

GEN-A Kunjungi Museum Rumoh Aceh UIN Ar-Raniry, Refleksikan 20 Tahun Perdamaian

Banda Aceh (Ar-Raniry) — Presidential Board (PB) bersama Founder GEN-A, Ibu Noraliyatun Janah, mengunjungi Museum Rumoh Aceh UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk mengenang perjalanan sejarah perdamaian Aceh...

Banda Aceh (Ar-Raniry) — Presidential Board (PB) bersama Founder GEN-A, Ibu Noraliyatun Janah, mengunjungi Museum Rumoh Aceh UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk mengenang perjalanan sejarah perdamaian Aceh menjelang peringatan 20 tahun Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, Senin (11/8/2025).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah Aceh kepada GEN-A melalui Museum Rumoh Aceh yang menyimpan berbagai catatan perjalanan sejarah Aceh.

Kegiatan ini berlangsung menjelang 20 tahun penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Perjanjian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Aceh menuju perdamaian setelah melalui berbagai periode konflik.

Di Museum Rumoh Aceh, rombongan GEN-A mendapatkan gambaran mengenai perjalanan sejarah yang melatarbelakangi lahirnya perjanjian damai tersebut. Kunjungan itu juga menjadi ruang untuk mengenang berbagai peristiwa yang dialami masyarakat Aceh sebelum tercapainya perdamaian.

Founder GEN-A, Ibu Noraliyatun Janah, yang pernah mengalami masa Daerah Operasi Militer (DOM), Darurat Militer hingga tsunami Aceh, mengatakan bahwa ingatan tentang MoU Helsinki merupakan bagian penting dari sejarah yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Sebagai saksi yang merasakan getirnya masa DOM, Darurat Militer, hingga tsunami, ingatan tentang MoU Helsinki adalah warisan yang tak ternilai. Damai yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan para indatu, keluarga, dan syuhada,” tutur Ibu Nora.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian yang telah dirasakan masyarakat Aceh. Menurutnya, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menghormati perjuangan masa lalu dan meneruskan cita-cita menghadirkan Aceh yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.

Kunjungan tersebut turut memperkuat kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan pentingnya menjaga perdamaian di Aceh. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan kesadaran terhadap pentingnya kehidupan yang aman dan berkeadilan.

Source: warta.ar-raniry.ac.id