Banda Aceh (Ar-Raniry) — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) serta Unit Layanan Disabilitas (ULD) menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat kesiapan lingkungan kampus yang inklusif menjelang tahun ajaran baru di lingkungan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas sarana dan prasarana, membenahi fasilitas kampus, serta memperkuat sistem pelayanan akademik agar dapat mendukung seluruh kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
Kepala PSGA UIN Ar-Raniry, Dr. Nashriyah, menyampaikan pentingnya kerja sama antarunit untuk memastikan mahasiswa disabilitas mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.
Wakil Dekan III FST, Dr. Abd Mujahid Hamdan, menyatakan dukungan terhadap penyediaan ruang belajar yang mudah diakses oleh seluruh mahasiswa. Dalam rapat tersebut, ia juga mengusulkan pengembangan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tematik yang berfokus pada pendampingan dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Sekretaris ULD UIN Ar-Raniry, T. Mulkan Safri, menyoroti krusialnya dukungan sumber daya manusia melalui skema relawan pendamping. Relawan tersebut nantinya bertugas membantu mobilitas dan proses adaptasi mahasiswa disabilitas selama mengikuti kegiatan perkuliahan.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di UIN Ar-Raniry harus memberikan kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.
“Kampus inklusif bukan hanya tentang penyediaan fasilitas fisik semata, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berprestasi,” tegas Prof. Mujiburrahman.
Inisiatif lintas unit yang turut melibatkan perwakilan Program Studi Teknologi Informasi dan mahasiswa disabilitas ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG tentang Pendidikan Berkualitas.
.
Source: warta.ar-raniry.ac.id