Banda Aceh (Ar-Raniry) — Sebanyak 593 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti pembekalan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) sebelum diterjunkan selama 45 hari di 34 gampong. Pembekalan bertema “Sinergi Religiusitas dan Ketahanan Pangan” itu berlangsung di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Banda Aceh, Selasa (7/10/2025).
Pelepasan peserta KPM dijadwalkan berlangsung pada Kamis (9/10/2025). Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa memperoleh materi tentang pengabdian kepada masyarakat, ketahanan pangan, perencanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bekal selama menjalankan tugas di lokasi pengabdian.
Selain materi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, kesiapan mahasiswa dalam berinteraksi dengan warga juga menjadi perhatian. Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry menekankan pentingnya etika pergaulan dan pencegahan kekerasan seksual selama pelaksanaan KPM.
Koordinator PSGA UIN Ar-Raniry, Nashriyah, mengatakan mahasiswa perlu menjaga etika dan peka terhadap potensi kekerasan seksual selama berinteraksi dengan masyarakat.
“Pencegahan kekerasan seksual dan penerapan etika pergaulan menjadi perhatian utama untuk memastikan mahasiswa peka, menjaga norma, dan beretika selama berinteraksi intensif dengan masyarakat di lapangan,” ujar Nashriyah.
Pembekalan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry, Dr. Mursyid Djawas, Ketua LP2M, Dr. Jasafat, serta Koordinator P2M, Jarnawi. Materi mengenai perencanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat disampaikan oleh Kepala Bappeda, Rosdi, dan Prof. Dr. Analiansyah.
Melalui pembekalan tersebut, pelaksanaan KPM diarahkan tidak hanya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat perhatian terhadap ketahanan pangan. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pemahaman mahasiswa mengenai ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Source: warta.ar-raniry.ac.id