Banda Aceh (Ar-Raniry) -- Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan material baterai ramah lingkungan yang berpotensi meningkatkan kinerja baterai lithium-ion. Hasil penelitian tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada, Senin (9/3/2026).
Penelitian ini dipimpin oleh Dr Abd Mujahid Hamdan dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry bersama tim peneliti.
Riset tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan teknologi energi serta mendorong sinergi dengan program pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Berdasarkan hasil penelitian, material yang dikembangkan memiliki kapasitas penyimpanan energi sekitar 22,73 persen lebih tinggi dibandingkan baterai komersial pada umumnya.
Baterai lithium-ion banyak digunakan pada kendaraan listrik seperti sepeda motor dan mobil. Namun, baterai yang dikembangkan dalam penelitian ini belum sepenuhnya menggantikan penggunaan bahan bakar bensin pada kendaraan.
“Material yang kami kembangkan menunjukkan bahwa teknologi baterai berkapasitas tinggi dapat diproduksi melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Abd Mujahid Hamdan.
Dalam proses pengembangan riset tersebut, tim peneliti juga menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan laboratorium yang memiliki peralatan khusus untuk penelitian baterai lithium dengan standar keselamatan tertentu.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berharap pengembangan teknologi baterai dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi kendaraan di Indonesia.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, menyampaikan apresiasi atas penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari UIN Ar-Raniry.
“Kami mengapresiasi capaian para peneliti UIN Ar-Raniry yang menghasilkan inovasi di bidang teknologi material baterai,” ujarnya. [ ]
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id