Banda Aceh (Ar-Raniry) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendorong penguatan pencegahan perkawinan anak melalui dukungan kebijakan, penegakan hukum, dan perlindungan korban dalam rapat koordinasi yang melibatkan 24 lembaga di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Selasa (3/12/2024).
Penguatan pencegahan perkawinan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar anak memperoleh perlindungan dan kesempatan untuk tumbuh serta berkembang secara optimal. Dukungan anggaran, penegakan hukum, dan pendampingan bagi anak korban menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Kepala PSGA UIN Ar-Raniry, Dr. Nashriyah, mengajak masyarakat Aceh untuk turut mencegah perkawinan anak dan memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Mari kita berikan anak-anak kita kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Nashriyah.
Selain penguatan komitmen antarlembaga, rapat koordinasi tersebut membahas sosialisasi petunjuk teknis Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA). Petunjuk teknis ini menjadi panduan bagi pemangku kepentingan dalam menjalankan strategi pencegahan perkawinan anak di tingkat daerah.
Pencegahan perkawinan anak sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Kesetaraan Gender, yang mencakup penghapusan praktik berbahaya terhadap perempuan dan anak, termasuk perkawinan anak.
Sumber: warta.ar-raniry.ac.id