Lewati ke konten utama
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry mendukung Sustainable Development Goals Situs utama UIN Kontak
Logo UIN Ar-Raniry SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 4

PSGA UIN Ar-Raniry Dorong Perspektif GEDSI dan Bahasa Lokal Masuk Renstra Pendidikan Aceh

Banda Aceh (Ar_Raniry) – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendorong pengintegrasian perspektif Gender Equality, Di...

Banda Aceh (Ar_Raniry) – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendorong pengintegrasian perspektif Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) serta penguatan bahasa lokal dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) dan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Aceh Tahun 2025–2029.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan yang berlangsung di Ruang Oproom Dinas Pendidikan Aceh, Banda Aceh, Jumat (16/5/2025). Pertemuan dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, dan dihadiri Tim RPJM Pemerintah Aceh, Tim Ahli Dinas Pendidikan, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman, serta Koordinator PSGA LP2M UIN Ar-Raniry, Nashriyah.

Nashriyah menegaskan pembangunan pendidikan tidak hanya perlu berorientasi pada angka partisipasi, tetapi juga harus memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk anak perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok kurang mampu.

“Perspektif GEDSI perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret, seperti penyediaan fasilitas ramah disabilitas, kurikulum bebas stereotip, lingkungan sekolah aman dari kekerasan, hingga ketersediaan data pendidikan yang terpilah,” ujar Nashriyah.

Selain aspek kesetaraan dan inklusi, PSGA juga menyoroti menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda Aceh. PSGA mengusulkan penguatan bahasa lokal melalui kebijakan pendidikan serta pemanfaatan momentum sejarah, seperti Hari Cut Nyak Dhien, sebagai bagian dari pendidikan budaya.

PSGA mengusulkan penguatan bahasa lokal melalui kebijakan pendidikan serta pemanfaatan momentum sejarah dan budaya Aceh sebagai bagian dari pembelajaran. Usulan tersebut menjadi bagian dari masukan PSGA dalam pembahasan RPJMA dan Renstra Dinas Pendidikan Aceh Tahun 2025–2029. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, setara, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Sumber: warta.ar-raniry.ac.id