Lewati ke konten utama
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry mendukung Sustainable Development Goals Situs utama UIN Kontak
Logo UIN Ar-Raniry SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 5

PSGA UIN Ar-Raniry dan IWPG Jalin Kerja Sama Penguatan Pendidikan Perdamaian Berbasis Gender

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan International Women's Peace Group (IWPG) dalam rangka memperkuat pendi...

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan International Women's Peace Group (IWPG) dalam rangka memperkuat pendidikan perdamaian berbasis gender di Aceh. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Aula Darma Wanita Persatuan Aceh, Banda Aceh, Jumat (19/6/2026).

Kerja sama itu dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Diskusi Panel dan Kelulusan Peace Lecturer Training Education (PLTE) yang mengangkat tema Women Shaping the Future: Menyatukan Solidaritas Perempuan untuk Mengawal DPCW dan Pendidikan Perdamaian.

Melalui kerja sama tersebut, PSGA UIN Ar-Raniry dan IWPG berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan program pendidikan perdamaian, peningkatan kesadaran kesetaraan gender, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan penguatan kapasitas.

Keterlibatan PSGA UIN Ar-Raniry dalam kerja sama ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya budaya damai dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain PSGA UIN Ar-Raniry, penandatanganan kerja sama juga melibatkan sejumlah lembaga dan organisasi di Aceh, yakni Universitas Ubudiyah Indonesia, Pusat Riset Gender (PRG) Universitas Syiah Kuala, Serikat Inong Aceh, Aisyiyah Aceh, Flower Aceh, dan Solidaritas Perempuan Aceh.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menggelar prosesi kelulusan peserta Peace Lecturer Training Education (PLTE). Para peserta yang telah menyelesaikan program pelatihan menerima sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang diperoleh dalam bidang pendidikan perdamaian.

Salah seorang lulusan program, Agustina dari Serikat Inong Aceh, turut menyampaikan kesan dan pesannya. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya peran perempuan dalam membangun dan menjaga perdamaian di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 hingga 150 peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mahasiswa tersebut juga menghadirkan diskusi panel dengan narasumber Dr. Rasyidah, MAg, Amrina Habibi, MH, dan Ana Milana Puspitasari.

Para narasumber membahas berbagai isu terkait peran perempuan dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan, penguatan solidaritas perempuan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pendidikan perdamaian di Aceh.

Melalui kegiatan ini, IWPG bersama para mitra berharap penguatan pendidikan perdamaian dan pemberdayaan perempuan dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Sumber: warta.ar-raniry.ac.id