Lewati ke konten utama
Sustainable Development Goals UIN Ar-Raniry mendukung Sustainable Development Goals Situs utama UIN Kontak
Logo UIN Ar-Raniry SDGs. UIN AR-RANIRY BANDA ACEH
SDG 4 SDG 11 SDG 13

FISIP UIN Ar-Raniry Terjunkan 92 Mahasiswa KPM Tematik Kebencanaan, Gandeng Relawan Malaysia

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan. Program...

Banda Aceh (Ar-Raniry) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan. Program ini merupakan bentuk kolaborasi internasional yang dijalin bersama Pertubuhan Kebajikan Sukarelawan Lahad Datu (PKSLD) Sabah, Malaysia.

Pelepasan peserta KPM tahap pertama tersebut berlangsung di halaman Gedung FISIP UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, pada Rabu (7/1/2026).

Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Dr. Muji Mulia, secara resmi melepas 92 mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai daerah terdampak bencana di Aceh. Dalam prosesi tersebut, Dekan turut didampingi oleh Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan Wakil Dekan III FISIP UIN Ar-Raniry.

Dalam arahannya, Dr. Muji menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu masyarakat, terutama di wilayah yang rawan dan terdampak bencana.

"Mahasiswa yang diterjunkan hari ini bukan sekadar menjalankan tugas akademik, tetapi membawa misi kemanusiaan. Kami berharap kolaborasi internasional dengan PKSLD Malaysia ini mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam manajemen kebencanaan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian," ujar Muji Mulia di sela-sela pelepasan.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal selama berada di lapangan.

Sebanyak 92 mahasiswa tersebut akan disebar di delapan kabupaten, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi dan relawan internasional dalam penanganan pascabencana di Aceh.

Sumber: warta.ar-raniry.ac.id